jadi-penyiar-radio

Jadi penyiar radio kelihatannya seru ya. Bekerja dengan diiringi musik, suasananya happy, serta banyak fans. Anda tertarik jadi penyiar radio? Tersebut disini beberapa hal yang anda butuh tahu!

Tak Cukup Nada Bagus

Nada yaitu modal paling utama seseorang penyiar radio. Walau demikian, yang diperlukan oleh seseorang penyiar tidaklah nada merdu seperti Afgan atau Raissa. Seseorang penyiar radio mesti dapat mendatangkan nada penuh atau istilahnya nada ‘bulat’ supaya merasa nyaman di kuping pendengar. Untuk dapat membuahkan nada ‘bulat’, penyiar mesti kuasai tehnik olah vokal serta pernafasan.

Lagipula, tidak ada nada yang bagus atau buruk untuk jadi seseorang penyiar. Yang ada yaitu nada yang cocok atau tak dengan pendengar yang dituju. Penyiar di radio untuk anak muda pasti mempunyai ciri-ciri nada yang tidak sama dengan penyiar radio untuk orang dewasa. Begitu halnya style bicara anak muda, lain dengan style bicara orang dewasa.

Utamanya Artikulasi serta Intonasi

Agar pesan yang di sampaikan bisa diolah serta dipahami dengan baik oleh pendengar, jadi artikulasi (kejelasan perkataan) serta intonasi (suara nada) penyiar radio jadi poin utama. Kerjakan senam muka serta mulut dengan cara teratur supaya ucapanmu terang. Renggangkan otot-otot muka sekitaran mulut dengan memonyongkan, lalu memperlebar mulut. Katakan huruf A, I, U, E, O dengan lantang sembari buka mulut lebar-lebar. Perenggangan ini nanti mempunyai tujuan supaya otot di sekitaran mulut serta pipi tak kaku waktu mesti bicara sepanjang dua jam.

Kuasai Pengucapan Arti Asing

Penyiar juga harus kuasai pengucapan arti asing, terutama beberapa arti dalam bhs Inggris. Untuk jadi penyiar radio, sebaiknya anda juga kuasai bhs internasional seperti bhs Inggris atau bhs Mandarin. Untuk beberapa bhs yang lain, anda dapat kuasai sekurang-kurangnya hal basic seperti pengucapan. Umpamanya nama artis Korea atau daerah di Tiongkok. Ini bakal membantumu terdengar profesional dalam pekerjaanmu.

Bentangkan Wawasan Seluas Lautan

Anda pasti dongkol bila ada rekan yang banyak bicara namun tak ada berisi. Demikian halnya perihal dengan penyiar. Bila nada bagus namun perbincangannya tak diisi, ia mungkin saja bakal telah ditinggal pendengar geser channel lain. Kuncinya yaitu banyak membaca serta pintar bergaul. Makin diisi serta informatif percakapan seseorang penyiar, tentu pendengar makin kerasan dengarkan siarannya. Ia juga dapat memudahkan kerja produser acaranya.

Butuh Jadi Kreatif serta Imajinatif

Pendengar radio umumnya dengarkan radio sembari beraktivitas lain, umpamanya sembari memasak, menyetir mobil, atau sembari belajar. Seseorang penyiar mesti bicara seakan-akan dia tengah bicara pada satu orang, supaya terwujud kedekatan dengan pendengarnya.

Nah, diluar itu, agar dapat menarik perhatian pendengarnya, seseorang penyiar mesti kreatif bangun imajinasi dan emosi pendengar (theater of mind). Ia mesti bicara seakan-akan orang yang di ajak bicara ada di depannya. Walau memanglah fakta, cuma monitor monitor atau dinding kacalah yang ada dihadapannya.

Disiplin Waktu

Bekerja di media radio, tiap-tiap detik itu bernilai. Oleh karenanya dibutuhkan sikap dispilin yang tinggi. Lantaran bila seseorang penyiar datang terlambat, jadi program sebelumnya atau selanjutnya juga bakal dipengaruhi. Keseluruhnya rangkaian program juga dipengaruhi juga. Untuk mengatur supaya semuanya jalan lancar, umumnya diberlakukan beberapa ketentuan ketat dengan sanksi tegas.

Satu diantara ketentuan yang perlu dipatuhi penyiar yaitu ikuti tips materi siaran yang diisi jadwal penayangan materi siaran. Jadi tiap-tiap penyiar mesti pelajari semua materi sebelumnya saat siaran. Untuk pemula umumnya diharuskan menulis terlebih dulu apa sajakah yang bakal disampaikan, dari mulai “selamat datang” sampai “sampai jumpa lagi”. Ini mempunyai tujuan untuk hindari kehabisan kalimat (blank) waktu mengudara.

Kesan Akrab serta Senantiasa Ceria

Penyiar juga manusia, yang miliki rasa sedih, lelah, lesu, resah, atau geram. Namun waktu bertugas, segalanya negatif serta keadaan hati yang bimbang mesti disimpan dahulu hingga siaran usai. Pekerjaan penyiar yaitu menghibur pendengarnya. Jangan pernah penyiar jadi bikin pendengarnya terasa down.

Baiknya Memanglah Ketertarikan, Passion, atau Hoby

Stasiun-stasiun radio biasanya mengudara sepanjang 7 hari satu minggu, 365 hari satu tahun. Tak ada arti stasiun radio stop mengudara lantaran hari libur. Maka dari itu seseorang penyiar mesti ikhlas bekerja waktu hari libur atau malam sampai awal hari. Semuanya bakal merasa berat bila penyiar tak mempunyai hoby atau passion dalam bagian broadcasting.

Nah, saat ini anda telah memperoleh sedikit deskripsi mengenai dunia penyiaran. Nyatanya dibalik nikmatnya bekerja jadi penyiar radio, banyak pula prasyarat yang perlu dipenuhi. Sulit? Mungkin saja. Berani cobalah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *